Inti dari pengaturan anggaran belanja adalah dengan memahami pengeluaran bulanan berdasarkan kebutuhan dan kebiasaan. Mengatur Budget berarti mengatur dan menyelaraskan antara pengeluaran dan pemasukan. Menambah pemasukan bulanan tidak susah, tapi mengerem pengeluaran, memerlukan sedikit usaha. Langkah pertama yang bisa dilakukan, kumpulkan semua tagihan/rekening (listrik, air, kartu kredit, cicilan rumah, cicilan kendaraan dan lainnya) dan bon-bon belanjaan (yang dilakukan secara tunai). Bila tidak ada catatannya, paling tidak anda ingat kemana setiap sen yang dikeluarkan. Catat dibuku atau komputer. Pisahkan pengeluaran berdasar jumlah yang sudah pasti dan tetap. Misalnya uang sekolah, cicilan rumah, asuransi. Juga pengeluaran yang tak tetap (listrik,telepon,rekreasi,makanan). Walaupun dapat mengurangi pengeluaran yang sudah tetap, semisal membayar premi asuransi lebih rendah, tapi biasanya lebih gampang melakukan penghematan pada pengeluaran yang tidak tetap.
Begitu sudah dapat mengatur cara pengeluaran dengan mudah anda dapat menetapkan, pos/biaya mana yang bisa dikurangi dan tidak. Seringkali, begitu melihat tumpukan bon jajan (ngopi dikafe, beli kue), anda baru sadar, anggaran untuk jajan harus dikurangi. tetaplah termotivasi untuk mencapai tujuan. Usahakan menghemat jumlah tertentu dan simpan ditempat khusus sehingga anda dapat melihat berapa banyak yang sudah berhasil disisihkan. Misalnya, jika sudah menyisihkan Rp. 10.000 per hari yang tadinya dipakai buat jajan ini dan itu, pada akhir bulan anda akan melihat dan menyadari, ternyata pengeluaran anda tidak separah yang anda kira.
Mulailah berhemat karena Hidup hemat sebenarnya tak perlu menunggu sulit. Sejak dini mulailah berusaha untuk berhemat. Seberapa kecilpun anda berusaha berhemat, pasti ada buahnya kelak. Namun kebanyakan orang masih saja kebingungan menyisihkan sebagian pendapatannya. Bagi anda yang ingin memulai berhemat, tak ada salahnya anda menyimak tips hemat berikut ini:
1. Niat
Inilah kunci utama dari usaha kita. Tanpa niat yang betul-betul kuat mustahil keinginan tercapai. Bulatkan niat untuk hidup hemat walau apapun resikonya.
2. Belanja dengan bijak
Biasakan membuat anggaran belanja sekaligus mencatat semua biaya dan pengeluarannya. Setelah mengetahui kemana seluruh uang mengalir, akan jauh lebih mudah pos mana yang akan anda kurangi atau bahkan sama sekali potong habis. Setelah itu mulailah hidup dengan kondisi itu.
3. Menabung adalah kewajiban
Biasanya kegagalan menabung adalah karena kita sering menyepelekannya. Dibenak anda ada anggapan bahwa menabung adalah kebutuhan pokok atau juga merupakan sebuah kewajiban/tagihan. Seperti layaknya tagihan listrik atau air minum yang sangat penting. Anda wajib memenuhi tagihan itu setiap bulannya.
4. Jangan putus asa
Tidak soal berapa rupiah yang anda wajibkan untuk menabung. Asal rutin walau jumlahnya tak seberapa, lama kelamaan juga akan semakin banyak. Mulailah untuk mengurangi kebiasaan menghamburkan uang. Bagi anda yang suka jajan sebaiknya kurangi kebiasaan ini. Karena secara tidak sadar, inilah sumber pemborosan. Mulanya memang terasa berat tapi bersabarlah. Lama-kelamaan anda akan terbiasa juga
5. Gaji Bukan Lagi Acuan
Meski suatu saat gaji anda naik, itu bukan berarti kebiasaan boros anda dapat tersalurkan kembali. Perlakukan pola yang sama. Toh, tanpa kenaikan gaji sekalipun anda masih dapat memenuhi kehidupan anda.
6. Tutup mata
Jangan terlalu sering melihat (iklan) televisi. Atau selebaran yang menawarkan diskon, obral atau cuci gudang. Semua iklan dibikin agar anda tergoda untuk membeli, susahnya kita kerap tergoda dengan embel-embel sale atau diskon sampai 70%. Biasakan membeli apa yang anda perlukan saja. Walau barang yang anda beli lebih murah 70% dari harga sebenarnya, barang itu tetap saja menjadi mahal karena tidak diperlukan dan hanya menjadi pengisi lemari belaka.
7. Kartu mati
Memang paling enak menggunakan kartu kredit atau kartu debet. Gesek dan selesai. Anda merasa ringan karena tidak melihat uang yang benar-benar keluar. sedang jumlah dibon atau bill hanya teringat sebentar. Dimasa sulit sekarang ini, cobalah berbelanja dengan uang tunai. anda akan merasa berat. Kalau tak percaya, Anda boleh mencoba berbelanja disupermarket sebanyak Rp.400.000. Empat lembar seratus ribuan atau delapan lembar limapuluh ribuan akan terasa banyak. Dompet anda tiba-tiba terasa tipis. Kalau anda masih tetap memilih berbelanja dengan kartu kredit, biasakan membayar seluruh tagihan yang ada, sehingga anda terbebas dari bunga. Selain itu, Anda juga akan merasa berat dan mudah-mudahan jera karena terlalu sering menggunakan kartu kredit.
8. Berhenti Merokok
Bila suami merokok, bantu suami anda agar menghentikan kebiasaan buruk itu. Coba anda hitung, bila suami anda membutuhkan sebungkus rokok favoritnya dalam sehari, maka dalam setahun ia menghabiskan 365 bungkus rokok. Bila harga sebungkus rokok Rp.7.000 maka selama setahun uang yang terbakar sia-sia tak kurang dari 2,5 juta rupiah. anda tinggal kalikan dua kali bila memiiki kebiasaan yang sama. kalau berhasil, anda menghemat lima juta rupiah. Plus paru-paru yang lebih bersih. Lingkungan anda juga sehat dari dampak Asap rokok terhadap Pemanasan Global.
Yang patut anda catat, penghematan tak jauh berbeda dengan diet. Yang diperlukan adalah disiplin. Begitu terbiasa melakukannya dan puas melihat manfaatnya, semakin mudah bagi anda melakukannya ! Nah, tunggu apa lagi ?
Anak - Anak Pun Perlu Belajar Berhemat
Tidak hanya para orang dewasa yang perlu berhemat, anak-anak pun perlu diajarkan hidup hemat sejak dini, agar menjadi sikap hidupnya di kemudian hari. Langkah-langkah berikut ini membuat anak mau berhemat tanpa merasa tertekan.
- Tidak Menghabiskan Uang Jajan
Setiap kali memberi uang jajan, beritahukan padanya bahwa uang ini bukan untuk dihabiskan. Mintalah kembali uang yang berhasil dia sisihkan. Lalu, berikan pujian, pelukan atau ciuman bila anak berhasil membawa pulang sisa uang jajannya. Dengan demikian anak anda akan merasa mandapat penghargaan atas apa yang sudah dilakukannya. Tunjukkan rasa bangga anda padanya dengan menceritakan apa yang sudah dilakukannya. Tunjukkan rasa bangga anda padanya dengan menceritakan apa yang sudah dilakukannya pada suami, di depan anak anda. anak akan cenderung mengulangi proses belajar berhemat itu pada keesokan harinya.
- Memberi Hadiah
Setelah satu minggu anak berhasil menyisihkan uang jajannya setiap hari, berikan dia hadiah. jelaskan padanya bahwa hadiah ini bisa terbeli dari hasilnya menyisihkan uang jajan. Sebelum membelikan hadiah, cari tahu dulu benda apa yang paling dia inginkan. Tentu saja anda boleh membelikan hadiah yang lebih mahal dari sisihan uang tersebut. Namun, jangan membelikan barang yang jauh lebih mahal, karena hal itu justru tidak mendidiknya untuk mengenal nilai uang.
- Menyediakan Celengan
Belikan anak anda celengan dengan bentuk yang menarik. Ajak dia untuk memilih sendiri celengannya. Katakan padanya bahwa celengan tersebut akan menjadi harta karunnya. Bersemangatlah ketika mengajaknya. Hal ini akan membuat anak merasa sedang membeli sesuatu yang penting. Setelah itu, mulailah anak diajarkan untuk memasukkan uang jajan yang tak dihabiskannya itu kedalam celengan. Setiap minggu, anda juga bisa memberikan uang tambahan padanya untuk ditabung dalam "kotak harta karun" itu. Tunjukkan semangat, pujian, dan rasa senang melihat dia memasukkan uang kedalamnya.
- Merencanakan Pengeluaran
Setiap kali memberi uang jajan, tanyakan padanya apa yang akan dia beli untuk makan disekolah nanti. Tanyakan dengan detil, termasuk berapa harga makanan. Tanyakan pula, mengapa dia ingin membeli makanan tersebut. Hal ini untuk mengajarkan pada anak bahwa setiap pengeluaran harus ada argumentasinya. Perkenalkan pula pada anak bagaimana cara mengoptimalkan pengeluaran. Ajak dia untuk memilih makanan yang paling baik, sesuai dengan uang yang dimilikinya.
- Membawa Bekal menarik
Setiap malam sebelum anak berangkat tidur, ajaklah berdiskusi soal bekal yang ingin dia bawa esok hari. Ide-idenya tentu saja banyak dan bisa jadi tidak masuk akal, jangan dibantah dulu, ajaklah anak anda ke kulkas untuk melihat persediaan bahan makanan yang ada. Dari situ barulah diskusikan lagi apa yang mungkin dia bawa sebagai bekal dengan bahan makanan yang tersedia. Hal ini akan mengajarkan anak bahwa keinginan dan kemampuan adalah dua hal yang berbeda.
- Selalu Memberi Alasan
Jangan pernah melarang atau menolak permintaan anak tanpa alasan. Hal ini akan membuat anak tidak pernah memahami maksud anda. Bila sikecil merengek minta dibelikan sesuatu padahal permintaan tersebut tidak dalam budget anda, maka terangkanlah. Pada saat dia merengek minta dibelikan, tersenyumlah, lalu tunjukkan harga yang tertera disitu. Belum tentu anak bisa mengerti apa yang anda katakan. Tapi jika hal tersebut berulang, dan anda rajin memberikan alasan yang masuk akal baginya, maka adegan merengek di mall akan makin jarang terulang.
- Diajak berpikir kedepan
Jangan mengira anak tidak bisa diajak untuk berpikir kedepan. Jika sejak awal anak sudah dididik untuk melihat persoalan secara komprehensif, maka dia akan menjadi anak yang mudah mengerti. Termasuk melihat masa depan. Anda bisa memulainya dengan mengajaknya melihat rencana anda terhadapnya. Misalnya, rencana untuk membeli sepeda atau barang mahal lainnya. Prinsipnya adalah anak diajarkan mengerti bahwa dalam hidup ini tidak ada yang instan. Dan dalam membeli ada proses menghemat dan menabung.
Senin, 16 Februari 2009
MENATA ANGGARAN RUMAH TANGGA DENGAN BERHEMAT
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

betul sekali setuju dengan blog ini
BalasHapusharga e money di alfamart